Author: Margie Reyes

Tidaklah Hanya Banuelos dan Eduardo, Mustaqim Jua Diistirahatkan Persija

Tidaklah Hanya Banuelos dan Eduardo, Mustaqim Jua Diistirahatkan Persija

Tidaklah hanya Julio Banuelos dan Eduardo Perez, Persija juga mengistirahatklan Mustaqim. Hal tersebut diresmikan oleh Persija lewat laman resminya pada Jumat (20/9).

Sebenarnya, nama Mustaqim sejak lama ada di tim kepelatihan Macan Kemayoran. Malahan, dari 3 generasi, ia telah terdapat di sana. Mulai dari zaman Stefano Cugurra Teco, Ivan Kolev, sampai Julio Banuelos.

Mustaqim awalnya diangkat menjadi penjembatan antara bintang dengan juru tak-tik zaman pemerintahan Teco. Masuknya ia menghantarkan efek bagus sampai Persija sukses juarai Liga 1 2018 yang lalu.

“Sebelumnya Persija menghentikan kerja sama dengan Julio Banuelos dan asisten manajer Eduardo Perez pada Kamis (19/9) setelah pertandingan kontra Bali United. Manajemen jua mengistirahatkan Mustaqim yang sebelumnya jua berkuasa menjadi asisten juru tak-tik, ” tulis situs web Persija.

Hal itu sesungguhnya menjadi pertanyaan. Pasalnya, sebelumnya CEO Persija, Ferry Paulus, pernah mengatakan nama Mustaqim menjadi calon juru tak-tik karteker Macan Kemayoran.

“Dalam masa dekat kami memburu suksesor menyandang status karteker. Mugkin Mustaqim ataupun Sudirman, ” berkata Ferry Paulus.

Persija sendiri endingnya menunjuk Sudirman menjadi juru tak-tik karteker. Ia bakal dibantu oleh Antonio Claudio dan Ismed Sofyan menjadi asisten manajer.

Categories: Main

Tags:

Kemenangan Liverpool Diwarnai Kendala VAR

Kemenangan Liverpool Diwarnai Kendala VAR

Video Assistant Referee (VAR) memang resmi jadi salah satu bagian dari Premier League pada kampanye musim 2019-20. Pertandingan pembuka antara Liverpool melawan Norwich City di Anfield pada Sabtu (10/8) pagi WIB juga jadi pertandingan ‘debut’ VAR di Premier League.

Selama laga itu, VAR memang tidak jadi bagian yang vital. Tapi, kendala VAR sempat membikin fase ke 2 pertandingan antara Liverpool melawan Norwich City tertunda sepanjang 5 menit.

Kendala ini berlangsung saat headset dari salah 1 hakim garis nampak rusak dan tak bisa dimanfaatkan untuk berhubungan dengan wasit yang mengoperasikan VAR di London. Pertandingan pun tidak dapat dibuka sebab insiden memalukan ini.

Michael Oliver yang jadi sang pengadil di laga ini juga tertangkap kamera menertawai nasib jelek yang diderita oleh temannya. Selepas tertunda sepanjang 5 menit, pertandingan fase ke 2 antara Liverpool melawan Norwich City selanjutnya mampu dibuka.

Insiden ini sepertinya memberi keyakinan diri kepada Norwich City yang terpaut 4-0 pada paruh ke 1. Pada fase ke 2, mereka bisa memperlihatkan performa yang lebih bagus dan bisa mencuri 1 goal via kiprah Teemu Puuki saat laga sudah berjalan hingga menit ke-64.

Setelah goal dari Puuki, Liverpool segera main menekan sektor barisan defensif Norwich. Tapi, mereka jua tidak bisa menyarangkan goal tambahan sampai Michael Oliver meniupkan peluit akhir. Laga pun usai dengan score 4-1 untuk kesebelasan tuan rumah.

Categories: Main

Tags:

Liverpool Perlu Kreativitas Coutinho

Liverpool Perlu Kreativitas Coutinho

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menyuport wacana The Reds memulangkan Philippe Coutinho. Dia yakin bintang dari Brasil ini dapat menawarkan kreativitas di sektor sentral armada Jurgen Klopp.

Coutinho main jelek musim kemarin di Barcelona. Dia hanya menorehkan 11 goal dan 5 assist di dalam 54 laga di seluruh turnamen. Hal itu tidak sebanding dengan tarif mahalnya yang bisa sampai 105 juta pound ataupun sebesar Rp 1, 8 triliun.

Kondisi itu membikin masa depan Coutinho di Camp Nou dispekulasikan. Barcelona mau menjual sang bintang apabila tersedia tawaran yang ideal. Liverpool juga kabarnya berminat dengannya.

“Saya tetap merasa mereka dapat menambah bintang kreatif. Aku mengatakannya sebelumnya, aku mau menyaksikan Liverpool memboyong kembali Coutinho apabila ini memungkinkan. Tentu, ini gagal untuknya di Barcelona. Aku cuma merasa ia bakal jadi bala bantuan bintang yang baik, ” tutur Carragher pada Pundit Arena.

“Anda memiliki Adam Lallana dan Xherdan Shaqiri di pos ini, namun mereka bukanlah Coutinho. Ia bakal menawarkan sesuatu yang kurang musim kemarin kala kompetitif dengan Manchester City, ” Carragher melanjutkan.

Seperti dilansir Transfermarkt, biaya Coutinho di Barcelona sekarang bisa sampai 90 juta €. Coutinho sebelumnya telah keberatan kemungkinan gabung Manchester United sebab masa lalunya dengan Liverpool.

Categories: Main

Tags:

Simeone: Godin Legenda Atletico Madrid

Simeone: Godin Legenda Atletico Madrid

Juru tak-tik Atletico Madrid, Diego Simeone, menganggap Diego Godin telah masuk jajaran legenda Los Rojiblancos. Di mata dirinya, Godin pantas disejajarkan dengan Fernando Torres dan Gabi.

Diego Godin sudah mengabdi untuk Atletico Madrido selama 9 kompetisi musim. Pemain bertahan tim nasional Uruguay itu dibeli dari Villarreal dengan harga 8 juta € pada Agustus 2010.

“Pesepakbola angkat kaki. Kami punya 7, 5 tahun bareng. Kami telah dapat memeras yang paling baik dari mereka seluruh. Menyaksikan panggung di mana Godin menyatakan selamat tinggal membikin aku senang, sebab tim ini sudah meningkat, ” tutur Simeone di Soccerway.

Bareng Atletico Madrid, Diego Godin mencicipi beberapa piala, yaitu La Liga (2013-14), Copa del Rey (2012-13), Piala Super Spanyol (2014), Liga Europa (2011-12 dan 2017-18) dan Piala Super Eropa (2010, 2012 dan 2018).

“Diego Godin mendapat posisi yang pantas, sebagaimana Fernando Torres dan Gabi. Tak setiap bintang dapat memberi selamat tinggal kayak para pemain ini. Mereka bakal diingat selamanya. ”

“Ada keheningan yang amat besar saat ia mulai berbicara. Tak ada yang pergi dari stadion, ” Simeone melanjutkan.

Diego Godin jua sudah mencatat 387 penampilan bareng Atletico Madrid dengan raihan 27 goal dan 14 assist di banyak turnamen.

Godin mungkin bakal menambatkan hatinya menuju Inter Milan. Seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, dia bakal menjalin kerja sama sepanjang 3 tahun di Inter, dengan bayaran bisa sampai 6, 75 juta € (Rp 107, 7 miliar) per kompetisi musim.

Jumlah ini bakal menjadikannya penerima upah paling tinggi di tim Nerazzurri, naik sebesar 35 persen dari bayaran lamanya di Atletico.

Categories: Main

Tags:

Allegri: Federasi Enggan Berantas Aksi Rasial di Italia

Allegri: Federasi Enggan Berantas Aksi Rasial di Italia

Kemenangan 2-0 Juventus vs Cagliari diwarnai aksi rasialis dari fan tuan rumah. Mereka mempertontonkan nyanyian bernada rasial di ujung tombak muda Juve, Moise Kean.

Cibiran rasialis berlangsung usai Moise Kean menyarangkan goal. Di dalam selebrasi golnya ini, fan Cagliari segera melemparkan hinaan bernada rasial.

Menyaksikan aksi tidak terpuji dari fan tuan rumah, manajer Juventus, Massimiliano Allegri angkat suara. Dia menyatakan buat berantas rasisme pada sepakbola sebenarnya lumayan sederhana. Namun dia tidak yakin apa cara ini bakal diperbuat federasi ataupun tidak.

“Suporter yang rasis dapat diselidiki serta diidentifikasi. Terdapat tak sedikit kamera yang terpasang pada stadion serta mereka dapat mengidentifikasinya. Usai ini dihukum larangan menuju stadion seumur hidup. Sesederhana ini, ” tutur Allegri pada Sky Sport Italia, Rabu (3/4/2019) dinihari WIB.

“Teknologi yang kita memiliki amat menyokong guna berbuat penyelidikan ini. Namun persoalannya ialah mereka menolak melaksanakannya, ” dia melanjutkan.

Selain itu, bekas juru tak-tik Cagliari itu menyatakan jika semua pelaku merupakan orang-orang idiot yang tidak layak melihat sepakbola. Namun dia tak sepakat dengan wacana mengakhiri pertandingan saat aksi rasial berlangsung.

“Dalam hidup, terdapat beberapa orang idiot yang berbuat hal-hal bodoh yang terus menghancurkan laga, ” lanjutnya.

“Saya kira kita tak butuh membicarakannya sepanjang masa. Aku tak merasa buat mengakhiri pertandingan sebab tak seluruh orang pada stadion berbuat ini, ” pungkas Allegri.

Categories: Main

Tags: